Menu

Mode Gelap
Raffi Ahmad Minta Warga Bogor Selatan Pilih Ryan Sulistijo jadi Anggota DPRD Tebus Sembako Murah Rp5000, Aksi CDGM TKRPP Kota Bogor Bareng Relawan Ganjar Membludak Ganjar Canvasing Day, TKRPP Kabupaten Bogor Bareng Relawan Blusukan Ke Kampung – Kampung Yonif 751/VJS Bareng Pemuda Panca Marga Berikan Penyuluhan Bela Negara Theo Lantik LPM se Bogor Tengah, Eko Prabowo Pesan Jaga Netralitas di Tahun Politik

Nasional · 27 Feb 2023 00:01 WIB

Jokowi : Jangan Takut Dimusuhi Negara Lain, Stop Ekspor Bahan Mentah


 Jokowi : Jangan Takut Dimusuhi Negara Lain, Stop Ekspor Bahan Mentah Perbesar

Jakarta, AQLNews.id – Presiden Joko Widodo menegaskan, Indonesia masih akan melarang ekspor bahan mentah.

Menurutnya, Indonesia tidak takut dimusuhi negara lain karena kebijakan ini.

“Alihkan jadi ekspor barang jadi atau setengah jadi. Meskipun risikonya kita dimusuhi banyak negara lain,” kata Jokowi dalam Rakernas Partai Amanat Nasional (PAN) di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (26/2/2023).

Kebijakan ini, kata Jokowi, merupakan upaya mewujudkan Indonesia menjadi bangsa besar dan maju dengan mengelola sumber daya alam yang melimpah secara optimal.

Rakornas PAN yang digelar di Hotel Padma Semarang, Minggu (26/2/2023) itu juga dihadiri, para menteri Kabinet Indonesia Maju, kader dan petinggi PAN, serta ribuan kader dan sejumlah kepala daerah.

Jokowi mencontohkan, saat menghentikan ekspor nikel pada 2020, pemerintah Indonesia digugat Uni Eropa dan kalah.

Meski begitu, Indonesia tak bergeming dan terus menggulirkan kebijakan larangan ekspor nikel.

“Kalau kita kalah, ragu, dan berbelok lagi ekspor bahan mentah, sampai kapan pun negara ini tidak akan jadi negara maju. Kita harus terus melawan. Ya kita kalah, tapi terus maju ajukan banding atas keputusan itu,” tegasnya.

Juni tahun ini, Jokowi berencana menghentikan ekspor Bauksit. Sebelumnya, 90 persen ekspor bauksit lari ke Cina.

Jokowi bahkan mengaku siap bila harus menghadapi potensi adanya gugatan dari Cina.

Selanjutnya secara bertahap, Jokowi akan menghentikan ekspor bahan mentah timah, tembaga, emas dan lainnya.

“Kita pasti akan dimusuhi oleh banyak negara yang bergantung bahan mentah dari kita. Apapun risikonya, pemimpin Indonesia berikutnya harus berani dan tetap melanjutkan hilirisasi ini,” tandasnya.

Dirinya membuktikan, penghentian ekspor bahan mentah mendatangkan keuntungan besar bagi Indonesia.

Itu, kata Jokowi, tampak dari nilai ekspor. Ekspor bahan mentah nikel terakhir meraup Rp 17 triliun.

Sementara setelah diolah sebagai bahan jadi dan setengah jadi, kini ekspor nikel mencapai Rp 450 triliun.

“Dari situlah negara mendapatkan yang namanya pajak penghasilan, pajak PPN, pajak karyawan, penerimaan negara bukan pajak, dapet bea ekspor, kalau kita ikut di perusahaan itu seperti di Freeport kita dapat dividen, dapat royalti. Dari situlah masuk penerimaan negara untuk membiayai pembangunan di desa,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Ketinggian Capai 3 Meter Lebih, Indukan Bunga Bangkai Mekar ke Tujuh Kalinya di Kebun Raya Cibodas

26 May 2024 - 22:50 WIB

Bentuk Nyata Peduli Inklusi, Kebun Raya Purwodadi Gelar Edukasi Bahasa Isyarat dan Tuli Mendongeng

21 May 2024 - 20:37 WIB

Bentuk Nyata Peduli Inklusi, Kebun Raya Purwodadi Gelar Edukasi Bahasa Isyarat dan Tuli Mendongeng (Foto: Istimewa)

Peringati Hari Buku Nasional, Kebun Raya Purwodadi Gelar Piknik Literasi

21 May 2024 - 20:17 WIB

Piknik Literasi Kebun Raya Purwodadi (Foto: Istimewa)

Yonif 751/VJS Bareng Pemuda Panca Marga Berikan Penyuluhan Bela Negara

24 December 2023 - 07:28 WIB

Ganjar – Mahfud Serap Aspirasi Nelayan, Ini Fokus Utamanya

20 December 2023 - 18:23 WIB

Yonif 751/Vira Jaya Sakti Mendapat Kehormatan Menjadi Tuan Rumah Pelaksanaan Acara Puncak Hari Juang TNI AD Jajaran Kodam XVII Cenderawasih

16 December 2023 - 16:08 WIB

Trending di Nasional